Minggu, 16 November 2008

Mengapa memilih jodoh harus berlandasan agama ??

From: meitri
To: (BAZ)
Sent: Tuesday, November 18, 2008 1:57 AM
Subject: ass.


ass.

mengapa agama harus menjadi landasan utama dalam memilih jodoh?

mohon penjelasannya.

tk

**********************************

Jawab :

Bismillahirrohmanirrohim,
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Sebetulnya 'Agama' dipakai dan dibutuhkan hampir dalam semua segi kehidupan, tidak hanya dalam memilih jodoh. Apapun gerakan hidup kita ini harus senyawa dengan agama, sebab agama adalah yang menuntun manusia untuk mengenal kepada Sang Pencipta. Tanpa Agama maka tidak kenal seseorang kepada siapa penciptanya. Maka perlu ditanamkan sejak dini pengenalan agama bagi anak2 kecil, agar sejak dini dia mengenal siapa Sang Pencipta Alam ini.

Jadi kalau kita mau kerja, maka harus pakai landasan agama. Ketika agama tidak dipakai, maka kita bisa terjerumus dalam pekerjaan yang dilarang agama. Ketika kita mau dagang, harus dilandasi agama, sebab tanpa agama maka kita tidak tahu halal haramnya dagangan kita. Ketika kita mau bersahabat atau bertemanpun, kita harus memakai landasan agama, sebab tanpa pengetahuan agama maka bisa2 seseorang salah memilih teman yang selalu mengajak kepada kemaksiatan dan munkar. Itulah pentingnya landasan agama bagi kepentingan hidup ini.

Lebih-lebih spt yang anda tanyakan, dalam hal memilih jodoh. Maka hal ini sangat penting agar teman hidup yang kita pilih ini adalah orang yang tepat. Tanpa landasa agama, maka bisa jadi pernikahan seseorang menjadi beda agama, dan itu menjadi terlarang dimata agama. Ketika calon pasangan yang kita pilih, miskin pengetahuan agama, maka dia tentu tidak bisa mendidik dengan baik pasangannya maupun anak2nya kelak untuk hidup sesuai dengan tuntunan agama. Istri atau suaminya dibiarkan ketika mereka mulai keranjingan dengan DUGEM, anak-anak dibiarkan tanpa larangan ketika melihat VCD yang terlarang untuk anak-anak. Membiarkan anak-anak bergaul campur baur laki perempuan tanpa batas. Itulah ketika kita berpasangan dengan orang yang tidak tahu agama.

Fenomena diatas adalah sebagai akibat ketidak tahuan ortu tentang peranan agama dalam kehidupan, sehingga anak dibiarkan hidup sendiri dan mereka dewasa karena lingkungan (bukan karena dibentuk), maka akibatnya banyak anak2 liar sekarang ini yang jauh dari nilai2 agama. Anak2 tawuran, anak2 nyabu2, anak2 memilih kehidupan sex bebas dll ................ maka dari itu maka seleksi tdh calon pasangan hidup yang mengerti agama menjadi hal yang penting saat dunia yang semakin terbuka/global seperti sekarang ini.

Disamping itu kenapa kita harus memilih pasangan dengan berlandasan agama ?? jawabnnya karena Rasullullah SAW adalah satu2nya manusia sempurnya yang patut menjadi tuntunan semua umat manusia (tidak terkecuali). Baik tindakannya, baik akhlaknya maupun apa-apa yang sudah dipesankan beliau kepada umat. Rasullulah pernah bersabda :"Aku tinggalkan dua hal di dunia ini yang jika kalian berpegang kepada keduanya maka niscaya tidak akan tersesat, yaitu Quran dan Sunnah/Hadist (contoh2 kehidupan nabi)." Jadi agar tidak tersesat, maka hanya 2 itu pegangan manusia, dan 2 hal diatas itu hanya bisa dijumpai ketika seseorang beragama (Islam). Ini juga adalah menjadi ukuran, mengapa agama harus dijadikan landasan dalam kehidupan kita.

Allah berpesan dalam Quran : Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (QS : Maryan - 58)

Ayat ini menggambarkan ketika orang2 yang sudah dinaungi pengetahuan agama, maka ketika diperdengarkan ayat2 Allah, maka mereka bersujud dan menyungkur, bukan malah menyombongkan diri atau mengatakan bahwa ayat-ayat Allah tsb sudah tidak relevan/sesuai dengan jaman. Nah orang2 yang selalu menyombongkan diri inilah yang biasanya jauh dari agama dan biasanya mereka hanya selalu mengejar urusan2 duniawi semata d/p urusan akherat.

Allah SWT juga melarang manusia untuk bergaul dari luar kalangannya, artinya orang yang tidak berpengetahuan agama yah tentu gaulnya dengan orang sejenis, bukan berkumpul dengan ahli agama, Orang2 yang memiliki pengetahuan, maka gaulnya juga dengan orang yang berpengetahuan, pesan itu terekam jelas dalam Qur'an berikut : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa
yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati
mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya." [Ali Imron:118]

Surat ini juga berlaku ketika calon pasangan yang akan dipilih adalah ahli zina (pezina) - maka dia nikahnya harus dengan pezina juga, jangan sampai pezina nikahnya dengan orang baik-baik spt anda. Akan sangat merugi ketika kita menikah dengan pasangan yang ternyata ahli zina. Ketika bala (penyakit) itu datang, maka mereka akan saling tuding, "dialah penyebabnya karena suka ganti-ganti pasangan", yang satu balas tidak mau kalah, ikut menuding, bahwa pasangannyalah yang membawa petaka .............. pernah kan keadaan spt ini terdengar di kalangan artis yang mau bercerai gara-gara yang satu kena penyakit zina. Hal semacam ini tidak akan pernah terjadi ketika satu sama lain mengerti dan meletakkan semua akidah kehidupan dari agama yang dia anut. Tentu yang dimaksud adalah akidah Islam, sebab akidah non Islam tidak memakai syariat2 semacam ini.

Disamping itu Nabi juga pernah bersabda dalam bagaimana memilih pasangan : "pilihlah pasanganmu karena wajahnya, keturunannya, ilmunya dan agamanya" - hanya 4 hal ini yang dipesankan nabi kepada hambanya bagaimana kriteria dalam memilih pasangan.

Jadi dari Allah SWT sudah menggariskan bahwa manusia harus memilih pasangannya yang seimbang, dalam bahasa arab dinamakan SEKUFU (setara / sama dan sebangun) pengertian sekufu itu agak luas. Misal pendidikan, yha jangan sampai yang sudah lulusan S2 nikah dengan lulusan SD, Yang satu suka aktif di majelis taklim, maka pasangannya juga harus dari kalangan yang mencintai majelis taklim agar kehidupaun nantinya harmonis. ..............juga Nabi kita sudah memesankan bahwa kalau memilih pasangananya bukan karena jabatannya atau seberapa tenar dia, namun ada tuntunan yang menuntun bagaimana kita memililih pasangan yang tepat. Itulah pentingnya mengapa dalam memilih pasangan seseorang harus mendasarkan diri pada agama, sebab alasan-alasan yang diuraikan diatas dan oleh sebab karena kita bakal jadi orang tua atas anak-anak nantinya. Jadi apa artinya kita bisa punya keturunan yang banyak, namun keturunan kita menjadi perusak bumi ?? oleh karena itu, maka bekal agama bagi calon ortu dan lingkungan agama calon pasangan menjadi krusial dan penting ketika kita akan merencanakan sebuah kehidupan yang bahagia fi dunia wal akhirat, dan menjadi penting ketika kita pingin sebuah kehidupan yang harmonis (sakinah, mawadah dan warohmah) .............

Sudah banyak kan contoh diluar sana yang karena pengetahuan agama mereka dangkal, lalu mereka nekad saja nikah beda agama. Akibatnya banyak diantara mereka yang terlantar, terutama kaum hawa, sebab si laki2 nikah lagi, dan lebih celaka lagi ketika si wanita pindah agama (murtad) dan di tengah perjalanan ditinggal begitu saja. Tidak sedikit Anak-anak yang jadi bingung karena ortu beda agama dan celakanya masing2 tidak ngerti agama yang mereka anut itu spt apa .................. akankah kita demikian ?? silahkah pilih ................... kehidupan dunia ini banyak pilihan, dan pilihan yang paling baik adalah sebuah pilihan yang ketika memilih kita tidak meninggalkan petunjuk ALLAH SWT ................

Mudah2an sekelumit bekal ini bermanfaat, walahualambisowab. Wassalamualaikum wr wb

Baz

Tidak ada komentar: